Minggu, 15 Januari 2017

Limbah

Limbah
Definisi Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Jenis-jenis Sampah
Jenis-jenis sampah jenis sampah yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam, ada yang berupa sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar, sampah rumah sakit, sampah pertanian, sampah perkebunan, sampah peternakan, sampahninstitusi/kantor/sekolah, dan sebagainya. 
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut
  1. Sampah organic, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lain-lain.
  2. Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng,

Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau limbah yaitu : limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh limbah cair yaitu air cucian, air sabun, minyak goreng sisa, dll. Contoh limbah padat yaitu bungkus snack, ban bekas, botol air minum, dll. Contoh limbah gas yaitu karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCl, NO2, SO2 dll.

Dampak negatif sampah-sampah padat yang bertumpuk banyak tidak dapat teruraikan dalam waktu yang lama akan mencemarkan tanah. Yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak dipakai lagi ( refuse) karena telah diambil bagian-bagian utamanya dengan pengolahan menjadi bagian yang tidak disukai dan secara ekonomi tidak ada harganya. 
Penanganan Limbah
Selain mencemari lingkungan, banyaknya limbah di permukaan bumi, baik di tanah maupun di perairan, juga menimbulkan bau busuk dan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, usaha-usaha yang dapat dilakukan. antara lain mengolah limbah secara langsung atau tanpa didaur ulang dan mengolah limbah dengan didaur ulang.
1. Pengolahan Limbah tanpa Didaur Ulang
Pengolahan limbah tanpa didaur ulang dapat dilakukan dengan cara:
·         membakar sampah di tempat pembuangan sampah (sandfill);
·         membuang sampah dalam lubang dan menimbunnya dengan tanah (landfill);
·         mengolah botol plastik bekas kemasan air minum menjadi hiasan atau mainan anak-anak;
·         memanfaatkan daun, bunga, dan ranting kering sebagai hiasan atau suvenir;
·         memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk tanaman;
·         memanfaatkan limbah bulu ayam sebagai alat rumah tangga;
·         mengolah kaleng bekas menjadi peralatan rumah tangga;
·         mengolah ban bekas menjadi kursi, sandal, atau sepatu.
2. Pengolahan Limbah dengan Cara Didaur Ulang
Pengolahan limbah dengan cara didaur ulang dapat dilakukan pada sampah atau limbah organik ataupun anorganik.
Contoh sampah atau limbah anorganik dan organik yang dapat didaur ulang, antara lain
·         plastik bekas didaur ulang menjadi alat-alat rumah tangga, misalnya ember, atau mainan anak-anak;
·         kertas bekas didaur ulang menjadi kertas daur ulang, sampul buku, kotak surat, bingkai foto, atau kotak pensil;
·         serbuk gergaji kayu didaur ulang menjadi tripleks atau multi- pleks untuk membuat lemari pakaian, rak buku, atau meja;
·         sisa-sisa tumbuhan atau hewan diolah menjadi kompos.
Dampak Limbah
ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan yaitu: 
a. Dampak terhadap kesehatan 
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut :
  • Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
  • Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
  • Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salahsatu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
b. Dampak terhadap lingkungan 
Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.
c. Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi
Dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut
  • Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit).
  • Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.
Daftar Peraturan Perundang-undangan di Bidang Lingkungan Hidup Tentang Pengelolaan B3 dan Limbah B3
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
  4. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 01/Bapedal/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3
  5. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 02/Bapedal/09/1995 tentang Dokumen Limbah B3
  6. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 03/Bapedal/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3
  7. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 04/Bapedal/09/1995 tentang Tata Cara Persyaratan Penimbunan Hasil Pengolahan, Persyaratan Lokasi Bekas Pengolahan, dan Lokasi Bekas Penimbunan Limbah B3
  8. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 05/Bapedal/09/1995 tentang Simbol dan Label Limbah B3
  9. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 255/Bapedal/08/1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas.
  10. Surat Edaran Kepala Bapedal Nomor 08/SE/02/1997 tentang Penyerahan Minyak Pelumas Bekas.
  11. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 02/BAPEDAL/01/1988 tentang Tata Laksana Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Daerah
  12. Keputusan Kepala Bapedal Nomor 03/BAPEDAL/01/1988 tentang Program Kemitraan dalam Pengelolaan Limbah B3
  13. Keputusan MENLH Nomor 128 Tahun 2003 tentang Tatacara dan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Minyak Bumi dan Tanah Terkontaminasi oleh Minyak Bumi Secara Biologis
  14. Peraturan MENLH Nomor 03 Tahun 2007 tentang Fasilitas Pengumpulan dan Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Pelabuhan
  15. Peraturan MENLH Nomor 02 Tahun 2008 tentang Jenis Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
  16. Peraturan MENLH Nomor 03 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pemberian Simbol dan Label Bahan Berbahaya dan Beracun
  17. Peraturan MENLH Nomor 05 Tahun 2009 tentang Pengolahan Limbah di Pelabuhan
  18. Peraturan MENLH Nomor 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
  19. Peraturan MENLH Nomor 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun oleh Pemerintah Daerah
  20. Peraturan MENLH Nomor 33 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
  21. Peraturan MENLH Nomor 02 Tahun 2010 tentang Penggunaan Sistem Elektronik Registrasi Bahan Berbahaya dan Beracun dalam Kerangka Indonesia Nation Single Window di Kementerian Lingkungan Hidup










Referensi :


Senin, 31 Oktober 2016

Klasifikasi sumber daya alam dan pengolahannya

Sumber daya alam dan pengolahannya
Sumber daya alam (natural resources) adalah semua kekayaan alam yang terdapat di alam berupa makhluk hidup maupun benda mati yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam ada yang langsung seperti air, panas matahari, udara, dan ada pula yang harus diolah lebih dulu.

Berdasarkan Proses Terbentuknya
Penggolongan sumber daya alam berdasarkan proses terbentuknya, meliputi sebagai berikut.
a.       Sumber daya alam fisik (abiotik), yaitu sumber daya alam yang terjadi oleh proses alam atau kekuatan alam. Sumber daya alam fisik atau abiotik ini dibagi sebagai berikut:
·         sumber daya alam mineral logam, misalnya bijih besi, emas, perak, tembaga, kuningan, dan nikel;
·         sumber daya alam mineral nonlogam, misalnya aspal, belerang, marmer, dan pasir kuarsa;
·         sumber daya alam energi, misalnya gas alam, minyak bumi, batu bara, dan panas bumi (geothermal).
b.      Sumber daya alam biotik, yaitu sumber daya alam yang terjadi dari makhluk hidup, misalnya flora dan fauna dalam bentuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.





Sumber:


Asas Asas Pengetahuan Lingkungan

Asas Asas pengetahuan Lingkungan
Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis, Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum.
Description: https://ayuww13.files.wordpress.com/2015/03/1.png
Sumber:

Istilah dan definisi lingkungan hidup dan ekologi

Definisi dan istilah lingkungan hidup dan ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organismedengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos("habitat") dan logos ("ilmu"), Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Ekologi juga kadang-kadang dikenal sebagai biologi lingkungan, dan ada sejumlah subdisiplin dalam cabang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan topik tertentu yang menarik, seperti hubungan antara manusia dan lingkungan alam.
Ekologi sering tertarik untuk melihat seluruh ekosistem, dan mempelajari semua organisme yang hidup di dalamnya dan mempengaruhi mereka misalnya,peneliti dapat fokus pada populasi tunggal tanaman atau hewan, dan menemukan banyak makanan untuk dipelajari, mulai dari bagaimana populasi yang membentuk lingkungan fisik, bagaimana organisme lain berinteraksi dengannya.
Lingkungan Hidup adalah pengetahuan dasar tentang bagaimana makhluk hidup berfungsi dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan mereka. Lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan, manusia menjadi salah satu komponen dari lingkungan hidup itu sendiri.
             Pada tahun 1860, Ernest Haeckel memperkenalkan istilah lingkungan hidup atau ekologi. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos danlogos. Oikos berarti rumah, sedangkan logos berarti ilmu. Berawal dari konsep ekologi yang diperkenalkan oleh Ernest Haeckel tersebut mendorong banyak ahli untuk lebih memperdalam konsep tentang lingkungan hidup.

Sumber:

Manfaat Dan global target teknik lingkungan

Teknik lingkungan
Teknik Lingkungan adalah sebuah program studi yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan pendekatan teknologi.
Teknik lingkungan menerapkan pemikiran dan teknik serta manajemen untuk memelihara dan melindungikesehatan dan keselamatan manusia, serta lingkungan secara keseluruhan. Ruang lingkup bidang ini adalah konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, pengelolaan kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penyaluran limbah dan buangan, pengendalian pencemaran akibat limbah cair, gas dan lumpur (sludge) dan pengelolaan kualitas perairan, tanah, dan atmosfer, serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Bila ditengok kebelakang pencemaran oleh industri sudah mulai ada sejak dimulainya revolusi industri di Inggris pada tahun 1763. Sejak saat itu berbagai permasalahan lingkungan sehubungan dengan pencemaran udara dan air dalam kaitannya dengan menjamurnya industri di berbagai belahan dunia dengan berbagai dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkannya telah menjadi suatu problema besar yang semakin berkembang menjadi isu global, seperti masalah pemanasan global (global warming) dengan efek rumah kacanya (green house effect),  hujan asam (acid rain), penyusutan lapisan ozon (ozone depletion).

Sumber:

Kamis, 30 Juni 2016

Tugas2 IBD menjelang lebaran

Kehidupan Entis sutisna alias Sule
Biodata singkat entis sutisna (Sule)        :
Nama Lengkap : Entis Sutisna
Nama Artis                   : Sule (Susut Leho) Dalam Bahasa Sunda
Lahir                            : 15 November 1976 Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
Agama                         : Islam
Pekerjaan                     : Pelawak
Istri                              : Lina

Perjalanan Sule semasa dulu      :
Hidup susah atau prihatin adalah bagian dari perjalanan riwayat hidup Sule artis alumunus STTI Bandung ini.
Ia tidak begitu saja langsung terkenal menjadi pelawak jutawan. Namun ia memulai karir bintangnya dari awal dengan mengikuti audisi. Jika melihat dari latar belakang sejarah hidupnya, maka anda akan menemukan berbagai catatan hidup prihatin Sule. Sejak kecil ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Sule Kecil harus membantu ayahnya yang berprofesi sebagai penjual bangkso di Cimahi. Bahkan pada malam hari, Sule kecil juga harus ikut membantu berjualan jagung rebus keliling kompleks di kampungnya. Hidup dengan prihatin tidak hanya dialami Sule ketika masih kecil. Ketika dewasa dan sudah menikah dengan gadis Lena pada tahun 1997, artis pelawak berambut panjang pirang ini pun masih belum dapat merubah kondisi hidupnya yang prihatin. Hidup mengontrak rumah bedeng kecil dengan penghasilan pas-pasan (hanya 20.000 perhari) sebagai pedagang ayam dan penjual baju kebaya membuat Sule kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya seperti membeli kebutuhan istri dan anak-anaknya sehari-hari seperti beli beras, sayur, sekolah, jajan anak, dsb.
Namun hidup prihatin Sule bersama istrinya tidak berlangsung lama dan terus melekat dalam kehidupannya. Takdir keberuntungan mendatanginya ketika Group Lawak SOS yang dibentuknya bersama 2 orang temannya, Ogi Suwarna dan Obin Wahyudin, lolos sebagai peserta ketika mengikuti audisi lawak API (Akademi Pelawak Indonesia) di TPI. Dan selanjutnya, wajah Sule pun sering muncul di TPI (saat ini berganti nama menjadi MMCTV). Kisah perjalanan hidup dan profil sule Menapaki Profesi Pelawak Professional Karir bersama group lawak SOS di TPI, Pelawak yang lahir 15 November 1976 Bandung yg lalu ini, pun mulai memasuki dunia keartisan panggung lawak Indonesia. Lawakannya yang super Lucu, kocak, dan super spontan ternyata disukai banyak pemirsa TV dan menjadi incaran para kru pembuat acara di berbagai stasiun tv. Di TPI, Sule pernah memandu sebuahreality show yang bernama BigShow TPI.
Selain itu, iapun pernah diikutsertakan pada acara Superstar Show Duet Selebriti di Indosiar dan berhasil menjadi juara 1 dengan mendapatkan hadiah sebuah mobil. Karir Artis Sule Meningkat Lewat OVJ Karir Sule sebagai artis pelawak professional terus naik menjadi bintang pelawak tenar ketika ia direkrut untuk menjadi salah satu bintang pelawak yang tampil di acara komedi Opera Van Java Trans7 bersama Nunung, Andre, Aziz, dan Parto. Sejak itu, nama Sule pun semakin terkenal dan dikenal para pemirsa tv khususnya penggemar OVJ. Ketenarannya melejit melampau kedua orang temannya di group lawak SOS bahkan beberapa pelawak senior lainnya. Sukses di OVJ, para kru acara di trans7 pun, masih merekrutnya untuk membintangi acara Talk Show Komedi PAS Mantab trans7 bersama Parto dan Andre Taulani. Ketenarannya membawa Sule membintangi berbagai tayangan iklan komersial yang dapat anda saksikan hingga saat ini di beberapa stasiun tv lokal Indonesia seperti iklan Suzuki Titan, iklan Kartu As (bersama Rianti Cartwright, Smash, Andre Taulany), iklan serius tapi lucu dalam tayangan 2 pasangan yg bertemu di saat sedang hujan dengan kalimat heboh: “Aku Nggak Punya Pulsaaaa”, dan beberapa tayangan iklan komersial lainnya. Bukan hanya melawak, Pelawak multi talenta (pandai menyanyi, menari joget dance) ini pernah membuat album rekaman (diskografi) yang juga sukses di antaranya pada tahun 2010 menyanyikan lagu berjudul Susis” (Suami Sieun Istri) – dan Bola Salju”. Kemudian di tahun 2011, ikut bermain di sebuah film layar lebar yang berjudul Arwah Kuntilanak Duyung.
Di dunia sinema pesinetronan tv, Sule pun ikut bermain di beberapa sinetron tv di antaranya, When Sule Met Sulis, Awas Ada Sule, Awas Ada Sule 2, dll Sule Menerima Penghargaan (Award) Dengan berbagai Keberhasilan dan kesuksesannya tersebut, maka pada tahun 2011 ini, Panasonic Gobel Awards dan Indonesia Kids Choice Awards memberikan Sule penghargaan award untuk kategori Komedian Terfavorit.

Sule Sebagai Pelawak Jutawan Sederhana Mampu meraih sukses dalam karir keartisannya, artis yang memiliki nama lahir Entis Sutisna ini pun meraup pundi- pundi uang hingga miliaran rupiah. Iapun dikenal sebagai salah satu pelawak Indonesia yang kaya (jutawan) dengan penghasilan sekarang ini kabarnya mencapai miliaran rupiah.

Tugas IBD menjelang lebaran

Kesunyataan Mulia tentang Dukkha
Hidup dalam bentuk apa pun adalah dukkha (penderitaan) :
  1. dilahirkan, usia tua, sakit, mati adalah penderitaan.
  2. berhubungan dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan.
  3. ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan.
  4. tidak memperoleh yang dicita-citakan adalah penderitaan.
  5. masih memiliki lima khanda adalah penderitaan.
Dukkha dapat juga dibagi sebagai berikut :
  1. dukkha-dukkha - ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.
  2. viparinäma-dukkha - merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia—berdasarkan sifat ketidak-kekalan—di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.
  3. sankhärä-dukkha - lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.
Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
  1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
    1. bentuk-bentuk (indah)
    2. suara-suara (merdu)
    3. wangi-wangian
    4. rasa-rasa (nikmat)
    5. sentuhan-sentuhan (lembut)
    6. bentuk-bentuk pikiran
  2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada).
  3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).

Kesunyataan Mulia tentang lenyapnya
Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali, karena terbebas dari semua penderitaan (bathin). Keadaan ini dinamakan Nibbana.
  1. Sa-upadisesa-Nibbana = Nibbana masih bersisa. Dengan 'sisa' dimaksud bahwa lima khanda itu masih ada.
  2. An-upadisesa-Nibbana = Setelah meninggal dunia, seorang Arahat akan mencapai anupadisesa-nibbana, ialah Nibbana tanpa sisa atau juga dinamakan Pari-Nibbana. Sang Arahat telah beralih ke dalam keadaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Misalnya, kalau api padam, kejurusan mana api itu pergi? jawaban yang tepat : 'tidak tahu' Sebab api itu padam karena kehabisan bahan bakar.
Kesunyataan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha[sunting | sunting sumber]
Delapan Jalan Utama (Jalan Utama Beruas Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :
1.      Pengertian Benar (sammä-ditthi)
2.      Pikiran Benar (sammä-sankappa)
3.      Ucapan Benar (sammä-väcä)
4.      Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
5.      Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
6.      Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
7.      Perhatian Benar (sammä-sati)
8.      Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)
Penjelasan Jalan Mulia Berunsur Delapan[sunting | sunting sumber]
Jalan Mulia Berunsur Delapan ini dapat lebih lanjut diperinci sebagai berikut:
  1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari:
    1. Empat Kesunyataan Mulia
    2. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum)
    3. Hukum Paticca-Samuppäda
    4. Hukum Kamma

  1. Pikiran Benar (sammä-sankappa)
    1. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa).
    2. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa)
    3. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa)
  1. Ucapan Benar (sammä-väcä)
Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini:
    1. Ucapan itu benar
    2. Ucapan itu beralasan
    3. Ucapan itu berfaedah
    4. Ucapan itu tepat pada waktunya
  1. Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
    1. Menghindari pembunuhan
    2. Menghindari pencurian
    3. Menghindari perbuatan a-susila
  1. Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu:
    1. Penipuan
    2. Ketidak-setiaan
    3. Penujuman
    4. Kecurangan
    5. Memungut bunga yang tinggi (praktik lintah darat)
Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan, yaitu:
      1. Berdagang alat senjata
      2. Berdagang mahkluk hidup
      3. Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahkluk-mahkluk hidup)
      4. Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan
      5. Berdagang racun.


  1. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
    1. Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam batin.
    2. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan tidak baik, yang sudah ada di dalam batin.
    3. Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan sehat di dalam batin.
    4. Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-unsur baik dan sehat yang sudah ada di dalam batin.
  1. Perhatian Benar (sammä-sati)
Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu :
    1. Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh
    2. Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan.
    3. Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran.
    4. Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran.
  1. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)
a.       Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna.



Manusia Dan Keadilan
Menurut Wikipedia Indonesia, Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Pemahaman mengenai pengertian keadilan setiap orang tentu saja berbeda-beda. Ada yang menganggap keadilan terjadi ketika  ia mendapat keuntungan dari  hal tersebut, namun ada juga yang menganggap keadilan merupakan keadaan  dimana terjadi keseimbangan antara pihak yang satu dengan pihak lainnya.
Berbicara mengenai keadilan, sampai saat ini belum bisa dipastikan apa sebenarnya arti dari keadilan itu. Banyak yang mengatakan bahwa keadilan adalah seimbang, tidak berat sebelah atau sama rata. Sebenarnya pengertian ini hanyalah pendekatan terhadap pengertian keadilan namun pengertian keadilan itu sendiri belum diketahui.
Dalam prakteknya, keadilan seringkali dikaitkan dengan hukum. Dalam bidang hukum,  kita sering mendengar kata keadilan. Keadilan adalah hal yang sangat susah kita lakukan dalam hidup ini. Bahkan ada seorang ahli yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat diputuskan  dengan penuh keadilan atau  dengan kata lain tidak ada sesuatu pun yang diputuskan secara benar-benar adil, yang ada hanyalah mendekati keadilan.Misalnya saja ada sebuah kasus di pengadilan yang diputuskan oleh hakim. Hakim merasa bahwa keputusan yang ia putuskan sudah adil bagi kedua belah pihak yang berseteru tetapi bagi kedua belah pihak tersebut, salah satunya tentu saja ada yang  merasa dirugikan dan yang satunya lagi merasa diuntungkan. Meskipun keputusan tersebut harus diterima dan dianggap bahwa keputusan tersebut benar-benar adil namun kenyataannya masih ada yang merasa rugi dan untung. Dari hal ini kita belajar bahwa ukuran keadilan dari tiap-tiap orang itu berbeda.
Keadilan juga sering dikait-kaitkan dengan kejujuran. Keadilan tidak dapat diterapkan dalam hidup kita sebagai manusia apabila kita tidak bisa menerapkan sikap jujur . Sikap- sikap seperti kecurangan dan individualism merupakan hal yang membuat kita berperilaku tidak adil. Sikap ketidakadilan adalah sikap yang paling tidak disukai oleh setiap manusia sebab apabila mereka diperlakukan secara tidak adil maka mereka  merasa hak mereka untuk memperoleh keadilan tidak dipenuhi. Oleh sebab itu, sebagai manusia yang ingin mendapat perlakuan yang adil dari sesama manusia, kita juga harus belajar berbuat  adil terlebih dahulu  kepada sesama manusia.



Manusia dan Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
·         Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
·         Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Penyebab Manusia Mempunyai Harapan:
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
1.      Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan scbagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.

2.      Dorongan kebutuhan hidup,Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani